Hanya Untuk Penggemar Sepatu
Setiap orang punya kesenangannya sendiri, ada yang suka koleksi jam tangan, ada yang suka koleksi korek api, sabun hotel, atau apa saja. Saya pribadi, dari kecil, suka sekali koleksi sepatu, dan sepertinya orang tua juga selalu mendukung. Sepatu-sepatu saya ( ada yang sudah berusia 20 tahun lebih ) , sampai sekarang masih tersimpan dengan rapi di rumah orang tua saya. Karena semuanya terbuat dari kulit yang terbaik, jadi sampai sekarang masih awet sekali. Beda banget kalau bahannya dari kulit sintetis atau PVC, pasti dalam dua tahun saja langsung ngelotok dan retak retak.
Setiap melihat koleksi sepatu saya, di rumah orang tua saya, saya selalu sedih sekali, mengingat betapa mungilnya kaki saya dulu. Berbeda dari kebanyakan orang, kaki saya berubah dari size 38 jadi size 40 setelah melahirkan ketiga pangeran pangeran saya. Jadi sekarang, sepatu-sepatu itu sudah tidak ada yang muat lagi dan pastinya sudah tidak bakalan kuat lagi seperti dulu pakai sepatu dengan hak 12 cm seharian. Bisa ketarik deh urat betis ini, malah jangan jangan sobek. Dulu saya juara banget deh urusan pakai high heels. Mungkin kalau ada pertandingan lomba lari pakai high heels 12 cm, saya lah pemenangnya, heheheh….
Dulu, biar mampus asal aksi, yang penting pantang mati gaya… High heels membuat postur tubuh lebih baik, badan makin tegap, dada membusung dan betis terlihat amat sangat seksi. Betis mau kecetit atau kaki serasa mau patah, dipikir belakangan saja. Kalau lelah saya merendam kaki saya di bath tub dengan air panas. Atau mengangkat kaki setinggi tingginya setiap malam. Meski sering sakit, tapi enggak pernah kapok, besok dan besoknya lagi tetap pakai high heels. The higher heels, the closer to GOD. Gaya banget kan.
Ibu saya, suka meringis setiap melihat saya memakai high heels. Tapi herannya, justru dia yang rajin sekali beliin saya high heels. Segala jenis sepatu high heels saya punya. Dari yang haknya besar dan mantap, haknya setipis jarum, sampai yang bentuknya segi tiga. Setiap ingat kelakuan saya dulu, jadi kangen banget sama masa lalu. Fisik dan stamina sekarang sepertinya sudah tidak mendukung saya mengenakan high heels seharian. Pemakaian dua jam sudah sangat menyiksa bathin dan langsung minta pijit si Lastri, pembantu saya yang lebih terkenal dari majikannya.
Setelah menikah dan punya anak, saya tetap doyan menambah koleksi sepatu, malah tambah parah dan semakin parah sejak jadi Miss jinjing. Mantan pacar saya hanya bisa geleng geleng kepala setiap melihat deretan sepatu saya yang semakin hari semakin panjang. Kalau dulu masih sempat protes, sekarang tidak bisa protes lagi, karena sebagian besar sepatu sepatu itu pemberian sponsor dan hadiah dari sahabat sahabat dan bahkan pembaca buku Miss Jinjing yang penyakit kronisnya sama, koleksi sepatu.
Saya sering ditanya jenis sepatu yang saya suka, saya bingung sendiri, karena hampir semua jenis sepatu saya suka. Tapi pada dasarnya saya suka yang ekstrim. Yang tinggi sekali, diatas 10 cm ( terutama yang peep toe, atau bagian depannya sedikit terbuka sehingga jari jari kaki sedikit mengintip ), atau yang benar benar teplek seperti Balerina Flat. Untuk santai saya juga suka wedges, karena nyaman dikenakan, dan juga sendal gladiator, kesannya gagah banget deh. Saya tidak suka boots karena panas dan gerah , dan bukan sepatu yang cocok dikenakan di Indonesia, kecuali jenis ankle boots, atau boots semata kaki.
Beberapa minggu yang lalu, Mbak Niluh Djelantik, pemilik butik sepatu Niluh Djelantik di Bali, tanya saya, mau enggak dikirimi sepatu high heels 14 cm, ya jawabannya bisa dipastikan mau banget. Dan begitu barang itu sampai di rumah saya di Jakarta, Gawdd… cantikkkkk banget…. Luar biasa banget deh, cantik dan nyaman dikenakan, walau semua teman teman saya meringis melihat saya memakainya, karena amat sangat tinggi sekali. Tapi saya suka banget…
Kadang saya bertanya dalam diri saya, kapan ya hobby ini bisa berhenti, atau paling tidak bisa dikendalikan… tapi jawabannya tidak pernah bisa saya temukan…
Oh btw… jenis sepatu yang sampai sekarang saya belum temukan dan ingin sekali memiliki dari saya umur 7 tahun, yaitu, sepatu kacanya
Cinderella :)
Miss Jinjing
(Pics : Courtesy of Niluh Djelantik’s Shoes)