Hi semuanya..
Coba deh perhatikan, jika anda sekarang jalan jalan ke mall di Jakarta, pasti di setiap butik beken, ada memajang produk kulit ular... ya benar... karena snake skin leather produk, baik tas, ikat pinggang, topi lagi trend banget, malah kalau boleh dibilang lagi booming.
Kalau kita lihat harganya... uggghhhh, gak sopan... untuk high end brand bisa berharga puluhan juta rupiah, malah ada yang harganya Rp. 50 juta dan belinya harus antri selama berbulan bulan. Sedih banget kan, padahal kemungkinan besar, kulit ular itu dari Indonesia.
Katanya, kulit ular phyton Indonesia itu juara deh, kualitas dan keindahan batiknya... Sebagian kulit ular phyton itu berasal dari sumatra. Di kalimantan ada, tapi batiknya katanya kurang bagus. Nah, surganya niy, Jambi...
Mungkin karena disini masih banyak hutan rimba belantara, dan minim polusi limbah kimia, makanya, ular disini kulitnya nyaris sempurna.
Karena tetangga dan juga sahabat saya, Tina Sofa, pemilik CV TINA MITRA ada yang punya usaha penyamakan dan pembuatan tas ular, makanya saya tahu persis, seperti apa pembuatannya. Dulu saya hanya menikmatinya dengan memakainya... setelah saya tahu betapa rumitnya pembuatannya, saya jadi menyayanginya..
Jika melihat penyamakan kulit ular, dijamin, anda yang baru pertama kali melihatnya bakal terkaget kaget, syukur kalau tidak muntah muntah, karena bau amis bangkai ular dan bau zat kimia.
Tahap pertama yaitu dengan memecahkan kepala ular, lalu kepala ular itu ditancapkan ke palang setinggi tiga meter dengan paku. Setelah buntutnya diikat, maka dikasih air dari selang melalui mulutnya agar tubuhnya mengembang, supaya kulitnya jadi lentur. Lalu ular didiamkan selama 3 jam, lalu dikulitin.setelah itu baru pencucian, proses pewarnaan, pengeringan, penipisan kulit, pengkilatan kulit baru diproses jadi tas yang chic dan stylish. Seluruh proses itu berlangsung kurang lebih dua minggu.
Makanya, kita harus maju dan lebih kreatif lagi dalam memanfaatkan apa yang diberkahi alam Indonesia. Jangan hanya orang asing dan para pemilik high end brand yang menikmati berkah alam Indonesia.
Maju terus untuk designer Indonesia.
xxx
Miss Jinjing